IMG_20160605_095305

Indonesian Minute, Bentuk Apresiasi Negeri Gajah Putih
Senin, 6 Juni 2016
Catatan Dina Nisrina, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia-Universitas Negeri Malang angkatan 2013/peserta PPL-KKN di Thailand Selatan (Duta Perguruan Tinggi Indonesia di Thailand Selatan)

Seminggu sudah saya mengajar matapelajaran Bahasa Indonesia di Wiengsuwawittayakhom School, Narathiwat, Thailand Selatan dalam rangka Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata. Alhamdulillah, sekolah ini memberi saya kesempatan mengajar bahasa Indonesia secara penuh. Saya diberi jatah 11 kelas dalam satu minggu. Po’oh atau kepala sekolah mengatakan bahwa sekolah ini memang membutuhkan guru bahasa, terutama bahasa asing. Po’oh tidak memberi saya tugas tambahan sebagai guru lain, selain guru bahasa Indonesia. Teman-teman PPL yang berada di sekolah lain ada yang ditugaskan sebagai guru bahasa Indonesia merangkap bahasa Melayu, bahasa Arab, bahasa Inggris, hingga mengajar agama Islam walaupun matapelajaran tersebut tidak sesuai dengan jurusan yang ditempuh di perkuliahan.
Selain mengajar bahasa Indonesia di dalam kelas, salah seorang guru bahasa Inggris yang merupakan penanggungjawab saya dalam pengajaran, juga memberi saya kesempatan untuk mengadakan dan membimbing Club Bahasa Indonesia setiap hari Rabu. Club Bahasa Indonesia merupakan ekstrakurikuler bahasa yang mewadahi siswa yang ingin terampil berbicara berbahasa Indonesia. Saya terkejut ketika pertama diberi kesempatan ini. Guru tersebut bahkan baru mengenal saya dua hari, namun ia langsung memberikan saya kesempatan mengadakan Club Bahasa Indonesia.
Tak cukup di situ saja, saya juga diberi kesempatan untuk mengisi Indonesian Minute setiap upacara di hari Senin. Ya, setiap hari, para siswa harus mengikuti upacara bendera, pengumuman sekolah, dan sedikit pengetahuan umum bersama-sama di lapangan sekolah setiap pukul 07.45. Indonesian Minute adalah program pengenalan kosa kata bahasa Indonesia baru, pada saat upacara. Dua orang siswa harus maju ke depan membawa papan tulis dua sisi. Sisi pertama berisi kosakata bahasa Indonesia dan sisi selanjutnya berisi kalimat sederhana menggunakan kosakata baru tersebut. Setelah itu, siswa menjelaskan makna dan pengunaannya di depan lapangan dan semua siswa lain menirukan. Saya makin terharu. Indonesian Minute disandingkan dengan English Minute dan Bahasa Melayu Minute pada saat upacara. Rasanya, penghargaan Negeri Gajah Putih ini sungguh besar terhadap kehadiran bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa negeri ini sedang menyiapkan generasi mudanya untuk hidup dalam era pasar bebas ASEAN, bahkan era global yang lebih tinggi. Negara lain sangat menghargai bahasa Indonesia, bagaimana dengan negara kita? Ayo cintai bahasa Indonesia!