Dalam rangka meningkatkan kompetensi Pustakawan di Indonesia dalam bidang Literasi Digital, Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) menyelengarakan Seminar Nasional dan Call For Paper. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu 10 Oktober 2018, mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Aula AVA E6 FS dihadiri oleh sekitar 150 orang peserta. Peserta seminar nasional ini diantaranya berasal dari UI, Unpad Bandung, Uninus Bandung, UNS Solo, dan Tenaga Perpustakaan Sekolah Malang Raya.

Seminar yang mengambil tema “Literasi Digital: Dari Pustakawan untuk Merawat Kebinekaan” ini menghadirkan narasumber antara lain: Prof. Dr. Henri Subiakto, M.Si. selaku  Staf Ahli Kominfo; Biyanto Rebin yang merupakan Chairman Wikipedia Indonesia; Muhammad Ihsanudin, M. Hum, ketua PP ATPUSI (Pengurus Pusat Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia); dan Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan UM.

Acara dibuka oleh Dekan FS, Prof. Utami Widiarti, M.A., Ph.D. dan dihadiri oleh beberapa pejabat dan dosen Prodi Ilmu Perpustakaan FS UM. Menurut Moh Safii, S. Kom, M. Hum sebagai Ketua Pelaksana seminar ini bahwa ada 31 makalah yang masuk dan siap dipresentasikan dalam sesi ke dua usai seminar. Pembahasan makalah itu dibagi dalam 4 Ruang Diskusi Paralel. Semua makalah yang masuk dan dinyatakan layak akan dipublikasikan dalam procceeding ber- ISBN.

Menurut Prof. Henri Subiakto dalam materinya yang berjudul Potret Literasi Digital dan Kebijakan Pemerintah, menjelaskan beberapa karakteristik generasi milenial yang sudah melek dengan literasi digital.

“Saat ini setiap generasi milenial maupun generasi jaman now telah menjadikan smart phone dengan koneksi internet seperti oxygen yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Dalam beberapa sendi kehidupan mereka berusaha menyelesaikan berbagai persoalan lewat internet dan gawainya. Mereka menyukai kecepatan, kemudahan, dan inovasi, peduli lingkungan, isu-isu keadilan, sosial politik, dan suka menjadi relawan, partisipatif,”ujarnya.

Lebih lanjut Guru Besar Komunikasi Unair ini menjelaskan tentang kesiapan manusia Indonesia terhadap Shifting dan Disruption. Menurutnya Ketika seseorang terkoneksi secara teknologi (technologically interconnected) berarti dia telah  terkoneksi secara sosial dan ekonomi. Penggunaan Smartphone dalam kehidupan sehari-hari akan menciptakan konvergensi antara telekomunikasi, penyiaran, dan internet. Dengan seringnya mengunakan smartphone yang selalu terkonvergensi dengan telekomunikasi dan internet akan memunculkan Terjadinya shifting  dalam bentuk interaksi sosial dari physical ke virtual, hingga akhirnya tidak ada lagi batas, tempat dan waktu. Terjadilah “communication revolution” yang memunculkan “social revolution,”lanjutnya.

Pemateri yang lain  Muhammad Ihsanudin menjelaskan Peningkatan Literasi Digital Melalui Perpustakaan Sekolah. Menurutnya ada beberapa core bussines Perpustakaan yang dapat dikaitkan dengan literasi digital. “menurut saya ada beberapa core bussines perpustakaan, diantaranya Mengelola data (data), informasi (information), pengetahuan (knowledge), bahkan kebijaksanaan  (wisdom) untuk kebutuhan pemustaka. Selain itu medianya dapat berupa buku, ensiklopedi, laporan penelitian, skripsi, thesis, disertasi, dan sebagainya. Beberapa alatnya dapat berupa benda tercetak (printed material), elektronik, atau digital,”jelasnya.

Chairman Wikipedia Indonesia Biyanto Rebin dengan materinya Peran Wikimedia Indonesia Dalam Konteks Literasi Digital, menyampaikan bahwa ada tiga hal yang menjadi proyek wikimedia dalam literasi digital.

“Ketiga hal tersebut adalah Literasi Informasi yang terdiri dari pengolahan informasi, penulisan yang informatif dan tidak bias, dan Konflik kepentingan. Kedua adalah Literasi media  yang terdiri dari pencarian informasi dari sumber-sumber tepercaya (jurnal ilmiah, majalan ilmu pengetahuan, buku, sumber internet) dan menganalisis kesahihan sumber (menghindari penggunaan tabloid gosip, situs abal). Dan yang ketiga adalah Literasi teknologi informasi dan komunikasi yang terdiri dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi untuk mencari sumber tepercaya serta penyampaian pesan secara tepat,”jelasnya.

 

Pewarta : Kautsar S.

Pewarta Video: Ony Herdianto.