IMG-20160703-WA0073

Oleh Djoko Saryono

NASIHAT RAMADAN 25:

Sebab hendak datang dzat abadi di bumi: menjumpai makhluk manusia pribadi: dan berbincang perkara sejati keberadaan diri: dibentangkan bulan suci. “maka sambut, sambutlah hai djoko, dengan kebersihan eksistensi: buanglah segala daki!”, jiwaku menasihati, lalu aku berusaha memasuki ruhani. “tapi, tapi aku terpental melulu: dan terasa kencang angin menghadang pintu!”, ucapku. “bagaimana mungkin dirimu bisa melewati pintu: telah kau hambakan diri disandera televisi tiap waktu! suka cita selalu menyantap apa yang tersaji di situ: sedang cuma sampah belaka bagi dirimu!”, hujah jiwaku, dan aku pun tersipu. “bagaimana bisa dirimu memasuki ruhani: kebaikan bagi sesama kau tinggalkan merana! pemuasan hasrat diri kau lakukan bertubi-tubi: nyaris melupa pada sesama yang menderita! hai djoko, dirimu mungkin terpedaya dusta: dan menimang kepalsuan belaka: justru tatkala sepanjang ramadan mengada” maka aku terpana: mungkinkah puasa telah menjadi bungkus keberadaan manusia: mungkinkah ramadan sudah jadi ajang kepentingan sesaat belaka?! lalu terbayang: dzat abadi pergi dalam duka.