Foto panitia Malam Budaya bersama Bernard Batubara tarian dari Ikatan Bocah Kediri Bincang Sastra bersama Bernard Batubara Penampilan Griya Sastra Puisi Penampilan Kerabat Swara

Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UM menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya Mahasiswa 2018 yang terdiri atas tiga rangkaian kegiatan. Tiga kegitaan tersebut diantaranya ialah Karya Ilmiah Mahasiswa, Kompetisi Artikel, dan puncak acara GKM  yaitu Malam Budaya. Karya Ilmiah Mahasiswa dan Kompetisi Artikel merupakan upaya perwujudan kreatifitas yang inovatif dalam bidang ilmiah. Sasaran utama dari kegiatan tersebut adalah mahasiswa Sastra Indonesia. Karya Ilmiah Mahasiswa dan Kompetisi Artikel dilaksanakan 27 maret sampai 20 April 2018. Bidang sastra pun turut menjadi bagian dari serangkaian acara Gelar Karya Mahasiswa 2018. Gelar Karya Mahasiswa 2018 ditutup dengan acara Malam Budaya. Malam Budaya sebagai puncak dari serangkaian acara Gelar Karya Mahasiswa yang dilaksanakan pada selasa 24 April 2018 di Gedung Sasana Krida UM. Malam Budaya sendiri terdiri dari tiga rangkaian acara, yaitu: Pagelaran Budaya khususnya Budaya Jawa Timur, Bincang Sastra bersama Bernard Batubara seorang sastrawan muda yang karya-karyanya terkemuka, dan penganugerahan jawara Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Kompetisi Artikel. Pagelaran ini bertujuan untuk menunjukkan Indonesia sebagai negara yang berkebudayaan serta memiliki pengaruh besar terhadap kesusastraan nasional. Pada Malam Budaya tersebut terdapat beberapa penampilan, diantaranya Kerabat Suara, Ikawangi (Ikatan Keluarga Banyuwangi), Ikabri (Ikatan Bocah Kediri), Griya Sastra Puisi , dan Griya Sastra Tari.

Bintang tamu pada Malam Budaya adalah Bernard Batubara. Beliau akrab disapa Bang Bara. Bincang Sastra bersama Bernard Batubara dimoderatori oleh Asyifa Alifia dan Silfiyah sebagai pembandingnya. Keduanya merupakan Mahasiswa Sastra Indonesia.

Dalam Acara tersebut Bernard Batubara bercerita tentang proses kreatifnya dalam membuat novel yang berjudul Mobil Bekas. Novel tersebut merupakan hasil dari alih wahana sebuah film ke dalam Novel. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 18:00 WIB sampai 21.30 WIB ini mendapat respon baik dari penonton. Hal tersebut disampaikan oleh Laura Ayu Larasati, “Acara Malam Budaya menarik. Saya mendapat ilmu baru yaitu pengalaman Bernard Batubara tentang kepenulisan. Selain itu, tarian Ikawangi yaitu tarian Jaran Goyang, saya mengagumi”.

Acara ditutup dengan penyerahan Cinderamata kepada bintang tamu, pembanding, dan moderator, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka mata mahasiswa dan khalayak umum bahwa sastra adalah bagian dari budaya dan budaya merupakan unsur terciptanya sastra. Dengan adanya acara ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa dan menggalakkan kegiatan menulis di kalangan anak muda zaman sekarang serta menunjukkan kebudayaan Indonesia agar terus dilestarikan. (red)